Tolak kenaikan BBM

Siapakah dia yang berbaring di ujung malam dengan nafas yang berat dan mata yang sukar terpejam. Ia menatap jauh ke langit kelabu dan kepada gemintang yang berlomba ke peraduan. Angin malam membawa hatinya ke gubuk-gubuk kumuh. Tubuhnya gemetar mengaduh, Mestikah orang-orang lapar itu mati perlahan-lahan, mestikah orang-orang telanjang itu berubah menjadi tulang beluang? Ia laksana ingin menghempaskan kepala tiran yang berpesta di tengah tangisan atau orang kaya yang membangun istana di atas tumpukan kerangka. Ia terkenang Nabi yang menepuk bahunya sambil berkata Tuhan telah menghiasmu dengan cinta setia kepada orang miskin dan teraniaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: